Asal Mula Jakarta Fair

 

Kamis, 12 Mei 2016 | 18:11 WIB

As u know, Jakarta Fair adalah pameran tahunan terbesar di Indonesia untuk memperingati hari jadi kota Jakarta. Nah agenda ini ternyata pertama kali diadakan pada 5 Juni hingga 20 Juli 1968 di Monumen Nasional (Monas), ketika Presiden Soeharto masih menjabat. Kala itu Indonesia masih menggunakan ejaan lama, sehingga event ini dikenal dengan ‘Djakarta Fair’.

Djakarta Fair Mula-Mula

Syamsudin Mangan diceritakan banyak sumber sebagai ‘pahlawan’ dari terciptanya event tahunan spektakuler Jakarta, Djakarta Fair. Syamsudin Mangan alias Haji Mangan adalah Ketua  Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di kepemimpinan Soeharto yang ingin Jakarta punya ajang pameran besar kontinue, seperti halnya di Amerika dan beberapa negara besar.

Gayung bersambut, Haji Mangan turun langsung mengetuai Djakarta Fair pertama. Ia sangat berjasa mengubah wajah Pasar Malam Gambir dan membuatnya lebih dikenal dengan nama Djakarta Fair. Haji Mangan juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Djakarta Fair 1968 berlangsung dengan sukses dengan pengunjung sekitar dari 1,4 juta orang.

Berkembang Pesat

Setelah 1968, Djakarta Fair menjadi pagelaran rutin Jakarta dan menjadi program kerja wajib pemerintahan Jakarta. Djakarta Fair juga dijadwalkan menjadi agenda tetap yang memeriahkan Hari Ulang Tahun Jakarta, 22 Juni. Djakarta Fair 1969 bahkan berhasil memecahkan rekor penyelenggaran event terlama kala itu, memakan waktu penyelenggaraan 71 hari.

Seiring berjalan waktu, penyelenggaraan Jakarta Fair juga terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Jakarta Fair yang awalnya ‘pasar malam’ berevolusi menjadi ajang pameran modern yang menampilkan berbagai produk. Jika dari tahun 1968 Jakarta Fair diadakan di kawasan Monas dengan area seluas 7 hektar, sejak tahun 1992 lokasi dipindahkan ke Kawasan Kemayoran Jakarta Pusat,  menempati area seluas 44 hektare. Nah sahabat Jakarta Fair, begitulah asal mula singkat Jakarta Fair. ***